04 October 2009

Merajut Kehangatan Indonesia-Brasil


Hubungan bilateral antara Indonesia dan Brasil secara umum berlangsung baik dan kini semakin hangat. Disamping adanya kesamaan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang banyak, kedua negara memiliki kesamaan pandangan dalam berbagai isu regional dan multilateral, usaha penegakan demokrasi dan HAM. Selain itu, pemerintah kedua negara juga sedang melakukan reformasi di berbagai bidang dan oleh karena itu kedua negara saling memahami tantangan yang dihadapi masing-masing dalam proses reformasi tersebut.

Menurut keterangan resmi dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brasil, sebagaimana didapat Medium pada akhir September 2009, Brasil menilai Indonesia sebagai negara yang memiliki peranan penting bagi stabilitas di kawasan Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik. Sejalan dengan politik luar negeri yang tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Pemerintah Brasil mendukung integritas wilayah NKRI dan langkah-langkah memajukan HAM dan demokrasi. Sampai sekarang Pemerintah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Sebaliknya Indonesia melihat Brasil sebagai negara yang memiliki peran politik dan ekonomi yang besar di kawasan Amerika Selatan merupakan mitra kerja dalam berbagai forum kerjasama.

Terdapat keinginan kuat dari kedua negara untuk terus berupaya meningkatkan hubungan kerjasamanya di berbagai bidang. Hal ini dapat dilihat dari antara lain kegiatan saling kunjung antara kepala negara, pejabat, anggota parlemen, pelaku ekonomi, dan masyarakat kedua negara. Pada bulan September 2000, Presiden RI, Abdurrahman Wahid telah melakukan kunjungan ke Brasil dan bertemu dengan Presiden Brasil guna membicarakan masalah-masalah bilateral, regional dan multilateral menyangkut perhatian dan ke[entingan kedua negara. Sementara dari pihak Brasil, Presiden Fernando Henrique Cardoso pada bulan Januari 2001 telah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.

Kunjungan Presiden Cardoso ke Indonesia ini selain merupakan kunjungan balasan juga adalah kunjungan pertama kali yang dilakukan oleh Presiden Brasil ke Indonesia sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1953. Kunjungan Presiden Luiz Inaco Lula da Silva ke Indonesia pada tanggal 12 Juli 2008, menandai semakin pentingnya hubungan bilateral kedua negara.

Dalam kesempatan kunjungan tersbut, selain mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengadakan kunjungan resmi balasan ke Brasil atas undangan Presiden Lula pada 18-20 Nopember 2008 sebelum menghadiri pertemuan puncak negara anggota APEC di Lima, Peru. Dalam kesempatan kunjungan tersebut kedua kepala negara telah menyaksikan penandatanganan Kemitraan Strategis Indonesia-Brasil.

Kegiatan saling kunjung antara kedua Kepala negara ini mempunyai arti penting tersendiri bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Brasil, mengingat pada tahun 2008 hubungan diplomatik Indonesia-Brasil akan memasuki usia 55 tahun. Kegiatan saling kunjung tersebut berdampak sangat positif bagi peningkatan kerjasama Indonesia-Brasil baik dalam forum multilateral maupun bilateral yang pada akhirnya akan mendorong serta meningkatkan kerjasama kedua negara yang saling menguntungkan di berbagai bidang khususnya ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk promosi citra Indonesia di Brasil.
Penataan Ruang Nan Cantik
Brasil yang berbentuk Republik Federal, adalah negara paling besar dan paling banyak penduduknya di Amerika Selatan. Negara ini merupakan negara paling timur di Benua Amerika dan berbatasan dengan Pegunungan Andes dan Samudra Atlantik. Nama Brasil diambil dari nama kayu brasil, sejenis kayu lokal. Brasil merupakan tempat pertanian ekstensif dan hutan hujan tropis. Sebagai bekas koloni Portugal, bahasa resmi Brasil adalah bahasa Portugis. Selain itu, Brazil juga sebagai penghasil kopi terbesar di dunia.

Brasil meraih kemerdekaannya dari Portugis pada 7 September 1822. Negara yang terletak di bagian tengah dan timur Amerika Selatan ini menjadi wilayah jajahan Portugis sejak 1494. Pada 1889, sistem pemerintahan Brasil berubah dari monarki menjadi republik.

Selain menarik karena Brasil merupakan negara yang paling banyak menjuarai kejuaraan Sepak Bola piala dunia. Sumber Medium menyebutkan bahwa penataan ruang di Brasil layak diacungi jempol, sangat cantik dan menarik.

Brasil terdiri dari 26 negara bagian dan 1 Distrik Federal yang terbagi dalam lima wilayah besar. Kegiatan industri terpusat di wilayah sebelah tenggara dengan 50% produksi industrial berlokasi di negara bagian Sao Paulo. Perpindahan dari timur laut ke tenggara maupun dari daerah pedalaman ke daerah perkotaan terjadi secara besar-besaran sejak tahun 1970.Akhir-akhir ini penyebaran populasi mengarah ke daerah yang berpenduduk kurang seperti daerah tengah, barat maupun utara.

Brasil dibatasi oleh laut di sebelah timur yaitu Samudra Atlantik. Negara-negara yang berbatasan darat dengan Brasil adalah Uruguay, Argentina, Paraguay, Bolivia, Peru, Kolombia, Venezuela, Guyana, Suriname dan département Guyana Perancis; seluruh negara di Amerika Selatan kecuali Ekuador dan Chili.

Di bagian utara Brasil terdapat Hutan Amazon dan semakin terbuka ke arah selatan dengan bukit-bukit dan gunung kecil. Daerah selatan merupakan pusat populasi dan agrikultur Brasil. Beberapa pegunungan terletak di pesisir Samudra Atlantik yang mencapai 2.900 meter dengan puncak tertinggi Pico da Neblina setinggi 2.994 m. Sungai-sungai yang terdapat di Brasil antara lain Sungai Amazon, Paraná, dan Iguaçu di mana terdapat Air Terjun Iguaçu.

Sejak paruh kedua abad ke-18, pemerintah Brasil telah mempertimbangkan pengalihan kedudukan pusat pemerintahan dari Rio de Janeiro ke daerah yang jauh dari jangkauan serangan dari arah laut. Konstitusi Republik pertama di tahun 1891 menetapkan lokasi baru Distrik Federal. Pada tahun 1956, setelah melakukan survei selama 8 tahun, barulah rancangan dan konstruksi ibukota baru diawali dibawah kekuasaan Presiden Juscelino Kubitschek. Daerah yang ditentukan seluas 5.814 km persegi terletak di negara bagian Goiás, 1.100 meter diatas permukaan laut dan 1.200 km jauhnya dari Rio de Janeiro.

Lúcio Costa, seorang arsitek dan perencana perkotaan terkemuka memenangkan kompetisi pembuatan rencana induk kota. Bangunan-bangunan utama pemerintahan dirancang oleh seorang arsitek Brasil yang terkenal, Oscar Niemeyer. Rancangan tata letak kota serta pilihan varietas tanaman dilakukan oleh Roberto Burle Marx. Pada tanggal 21 April 1960 Brasília secara resmi disahkan sebagai ibukota baru Brasil.

Ketika menginjakkan kaki di Brasilia, aroma kota yang tertata dan sejuk sudah terasa. Banyak apartemen yang berdiri tak lebih dari 6 (enam) lantai. Sepanjang sudut kota juga banyak tumbuh pohon mangga yang buahnya bebas boleh dipetik siapa saja.

Selain Brasilia, ada beberapa kota menarik lain di Brasil seperti misalnya Sao Paulo, Rio de Janeiro, Salvador, Belo Horizonte, Curitiba, Recife, serta Porto Alegre. Kota Sao Paulo didirikan oleh Jesuits pada tahun 1554 dan diperuntukkan bagi pemukim awal dan suku bangsa Indian yang telah mendiami area tersebut sejak awal. Sekitar tahun 1850 wilayah ini tumbuh dan berkembang berkat perkebunan kopi yang sangat produktif. Pada saat ini terdapat lebih dari 20.000 pabrik industri terkonsentrasi di kota tersebut, memperkerjakan sekitar 600.000 orang. São Paulo juga merupakan pusat finansial utama di Brasil dengan hampir 2.000 lembaga-lembaga perbankan.

Sama halnya dengan Sao Paulo, sekalipun tidak lagi menjadi ibukota Brasil, Rio de Janeiro masih merupakan kota budaya utama di negara ini. Rio de Janeiro , dengan keindahan pantai di satu sisi dan barisan pegunungan berhutan tropis disisi lainnya memberikan bentang alam yang sangat unik dengan julukan “ Kota yang Menakjubkan” (Cidade Maravilhosa). Kehidupan budaya Rio sangat intens dan beragam.

Dari segi perekonomian Rio merupakan pusat industri jasa, pusat kunci keuangan dan produsen bahan pangan, bahan bangunan, alat-alat listrik, kimia, farmasi, minuman dan tekstil. Namun kota ini sangat dikenal sebagai kota tujuan wisata utama di Brasil. Dengan pantai pasir putih seperti Copacabana dan Ipanema, keindahan lautnya yang memukau, iklim perpaduan musim panas dan musim semi yang nyaman, Rio de Janeiro adalah kota yang hidup dalam limpahan kekayaan alam dan budaya.

Kota menarik lainnya adalah, Salvador. Ibukota negara bagian Bahia ini pada awalnya merupakan pelabuhan utama pertama dan ibukota kolonial Brasil selama lebih dari dua abad. Kota ini terletak diantara bukit-bukit tropis yang menghijau dengan hamparan pantai-pantai di sepanjang teluk Todos os Santos . Salvador dibangun pada dataran bertingkat dengan bangunan-bangunan pemerintah dan rumah-rumah tinggal di bagian atas bukit-bukit, sementara benteng, dermaga dan gudang-gudang di daerah pantai. Hingga saat ini kota ini masih terbagi menjadi kota bagian atas dan kota bagian bawah.

Salvador adalah kota pelabuhan tersibuk pada tahun 1500 – 1815. Sebagian besar hasil gula yang didatangkan dari timur laut, emas dan intan yang ditambang di daerah Selatan dikirim melalui Salvador . Periode itu adalah jaman keemasan kota tersebut, dimana gereja-gereja dibangun dalam kilau dekorasi emas. Banyak dari bangunan gereja bergaya baroque dan rumah-rumah tinggal pribadi di Salvador dilestarikan sebagai bagian dari warisan leluhur Brasil. Di Salvador, lebih dari bagian manapun di negara ini, sentuhan Afrika dalam budaya Brasil sangat terasa, dari hidangan caruru, vatapá, acarajé, hingga ke upacara-upacara penghormatan kepada dewa-dewa yang dikenal sebagai candomblé dan capoeira , bentuk seni bela diri dari Afrika yang ritualistic dan unik.

Pusat kota modern Brasil pertama Belo Horizonte. Kota ini merupakan pusat distribusi dan pengolahan produk-produk dari wilayah pertanian dan pertambangan. Manufaktur utama mereka adalah baja, produk-produk baja, otomobil dan tekstil. Logam emas, mangan dan batu-batu berharga dari wilayah yang mengelilinginya diproses di kota tersebut.

Kota lainnya yang menarik adalah Curitiba yang terletak di 914 meter diatas permukaan laut. Curitiba adalah ibukota negara bagian Paraná yang maju. Sejak akhir 1800-an banyak imigran berdatangan dari Slav, Jerman dan Itali ke wilayah yang beriklim segar dan berpanorama indah ini. Kota ini memperoleh kesejahteraan perekonomiannya dari pengolahan pertanian dan peternakan di daerah pedalaman dan dari beragam hasil industrinya.

Dua kota menarik lainnya adalah Recife dan Porto Alegre. Recife dibangun sebagai kota pelabuhan di sepanjang pantai berpasir putih tropis dengan pohon-pohon nyiurnya. Kota ini adalah ibukota negara bagian Pernambuco di timur laut Brasil dan dikenal sebagai “Venice dari Brasil”, karena jalan-jalan air dan jembatan banyak menghubungkan bagian-bagian kota tersebut. Recife mengekspor sejumlah besar produk termasuk diantaranya gula, kapas dan kopi dari daerah pedalaman.

Sementara itu Porto Alegre yang merupakan ibukota negara bagian Rio Grande do Sul ini adalah kota terbesar di selatan Brasil. Kota ini didirikan pada tahun 1742 oleh imigran Azores . Sejak abad ke 19 imigran dari Jerman dan Itali telah banyak berdatangan ke daerah ini. Terletak di pertemuan lima sungai, kota ini menajdi pelabuhan penting, salah satu pusat industri utama di Brasil. Produk-produk hasil pertanian dari daerah pedalaman berupa kulit, daging kalengan dan beras diekspor dari Porto Alegre ke negara-negara tujuan sejauh sampai Afrika dan Jepang. AD

No comments: