04 November 2008


PERAN ORMAS DAN KEPEMUDAAN DALAM MENGELOLA PULAU-PULAU TERLUAR INDONESIA[1]

Sebagai sebuah bangsa, adalah kebanggaan ketika mempunyai kedaulatan penuh dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Sikap saling menghargai perbedaan, cinta tanah air, toleransi antar umat beragama dan wawasan nusantara merupakan beberapa sikap, diantara sikap lainnya yang sangat diperlukan sebagai modal dalam usaha membangun sebuah bangsa.
Indonesia sebagai sebuah Negara dan bangsa merupakan amanah dari para pendiri bangsa yang dengan gigih berani berjuang melepaskan diri dari belenggu kolonialisme, keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan, dan penindasan menuju masyarakat yang adil dan makmur.
Pernyataan diri sebagai bangsa yang merdeka dalam dentuman Proklamasi, adalah pilihan sadar yang diambil dalam usaha mewujudkan Negara yang berdaulat penuh. Dalam perjalanan panjangnya, ternyata mempertahankan kedaulatan Negara sama beratnya dengan usaha berjuang merebut kedaulatan. Dinamika Indonesia sebagai sebuah Negara yang telah mempunyai kedaulatan seperti sekarang ini, baik secara de facto maupun secara de jure, dituntut harus berani mengambil keputusan tanpa intervensi pihak asing dalam menghadapi masalah dalam negeri berupa kebodohan, kemiskinan, pengangguran, pemekaran daerah yang dis orientasi, dsb. Tantangan dari luar negeri datang salah satunya dalam bentuk pengurangan luas wilayah Negara. Dalam menghadapi masalah-masalah tersebut, peran signifikan organisasi masyarakat (Ormas) dan pemuda praksis sangat dibutuhkan.
Belum hilang dari ingatan kita Timor-Timur yang melepaskan diri, menyusul Ambalat, Sipadan dan Ligitan yang menjadikan kita harus berurusan dengan Malaysia, sekarang ini kita harus berurusan dengan pemerintah Singapura yang sudah lama melaksanakan proyek reklasi pantainya.
Untuk kasus reklamasi Pantai Singapura, telah berlangsung sejak lama sampai menjadikan batas wilayah Singapura dari 500 km menjadi 700 km.[2] Secara otomatis perubahan wilayah tersebut merubah tapal batas Negara yang dimilikinya. Adakah yang salah dari Negara kita? Padahal Angkatan Laut sampai Bondo Nekat kita punya. Konsep Wawasan Nusantara juga kita miliki. Melihat dari situ rasanya ada yang ganjil dalam penanganan cara pandang Indonesia tentang kepulauan terluarnya.
- Masih adakah Kedaulatan dalam NKRI?
- Masih adakah nasionalisme dalam diri bangsa Indonesia sekarang ini?
- Sejauh mana peran TNI selama ini dalam menjaga pulau terluar Indonesia?
- Apa sajakah kebijakan pemerintah dengan adanya ancaman hilangnya pulau-pulau terluar kita?
- Sejauh mana peran Ormas dan Pemuda dalam melihat masalah-masalah ini?

Rasanya pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu kita jawab sebelum menentukan kebijakan apa yang seharusnya kita lakukan kedepan.
[1] Oleh Adhi Darmawan. Ditulis sebagai out line Lopsidan untuk diskusi di TVRI, tanggal 9 Maret 2007, Pukul 15.00 – 16.00 WIB.
[2] Majalah Medium No 67 TH IV, hal 18

No comments: